Jika Kondisinya Terus Begini

MotoGP 2020 telah berjalan sekitar 7 seri. Menariknya, telah ada 6 pembalap tidak sama yang berganti-gantian berdiri di tribune paling tinggi. Tidak itu saja, klassemen sesaat pembalap juga memperlihatkan pencapaian point yang berberlainan tipis. Bila keadaannya terus ini, juara MotoGP 2020 dapat dipastikan di lap-lap paling akhir!

Balap MotoGP musim ini penuh penyimpangan. Dari mulai venue perlombaan yang cuma diadakan di Eropa, satu circuit untuk dua seri balapan, atraktifnya team satelit, luka panjangnya Marc Marquez, sampai sengitnya kompetisi di tribune paling atas yang melahirkan 6 juara tidak sama dari 7 seri MotoGP yang telah diadakan.

Bila lihat tabel klassemen sesaat, kita pasti akan lihat data-data yang cukup mengagetkan, dimana beda point antar pembalap sangat-sangat tipis. Andrea Dovizioso yang ada di pucuk contohnya, cuma berbeda satu point dengan Fabio Quartararo serta Maverick Vinales. Jangan lupakan Joan Mir di tempat ke-4 yang cuma memiliki jarak 4 point dari The Little Dragon. Karena ‘kelakuan’ Mir, Suzuki mulai diakui dalam kontestasi persaingan perebutan juara MotoGP 2020.

Dengan balapan yang tersisa 7 seri, semua peluang masih dapat berlangsung.

“Bila mereka terus semacam ini, juara dunia akan dipastikan di lap paling akhir! Emosi pemirsa akan terjaga. Enam juara tidak sama dalam tujuh balapan diperebutkan, data bicara sendiri. MotoGP 2020 jadi salah satunya yang sangat menarik serta benar-benar susah diperkirakan dalam riwayat,” katakan Àlex seperti diambil dari Marca.

Bila lihat catatan statistik, pembalap Yamaha tersering juara di circuit selama 4,627 km itu. Pada MotoGP 2019, pembalap Repsol Honda Marc Marquez jadi jawara di circuit ini. Bagaimana jalannya race MotoGP Catalunya 2020 tanpa ada kedatangan The Baby Alien? Menarik untuk ditunggukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.